Jaga Lidah Apabila Berbicara

Jaga Lidah Apabila Berbicara

INDIVIDU berkualiti dapat dinilai daripada kemampuannya menjaga lisan iaitu lidahnya. Mereka yang beriman pasti akan menjaga tutur bicaranya daripada mengeluarkan perkataan buruk.Dalam hal ini, Rasulullah pernah bersabda yang bermaksud:

“Siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam” (Hadis riwayat Bukhari & Muslim)

Baginda adalah contoh manusia yang sangat menjaga tutur katanya. Rasulullah akan berbicara atau berkhutbah di hadapan orang ramai secara berakhlak dan baginda juga adalah individu yang sangat jarang berbicara.

Namun, sekali berbicara, isi bicaranya pasti ada kebenarannya. Nilai ucapannya sangat tinggi seolah-olah mutiara yang indah dan bermutu. Ucapan baginda menembus hati, menggugah kesedaran, membekas ke jiwa serta dapat mengubah perilaku orang dengan izin Allah. Atas sebab itu, Rasulullah digelar ‘Al-Amin’ kerana sejak kecilnya lagi tidak pernah berdusta. Justeru, jika kita ingin tahu kualiti seseorang itu, lihat saja apa yang sering dikeluarkan daripada mulutnya.

Manusia dapat dikategorikan kualitinya kepada empat berdasarkan kualiti tutur bicaranya. Pertama, orang yang berkualiti tinggi. Jika mereka berbicara, isinya sarat dengan hikmah, idea, gagasan, ilmu, zikir dan penyelesaian. Orang seperti ini bicaranya bermanfaat pada dirinya sendiri dan juga bagi orang lain yang mendengarnya. Malah, apabila diajak berbual pastinya ada manfaat ilmu. Bicara mereka bermotivasi dan berpandangan positif dalam setiap perkara yang diutarakan.

Kedua, orang yang biasa-biasa saja. Ciri orang seperti ini adalah mereka sibuk menceritakan peristiwa contohnya melihat kemalangan jalan raya atau rompakan, dia juga pasti akan menceritakannya seolah-olah diri mereka berada di tempat itu.

Jika melalui semua bicara itu orang lain dapat mengambil hikmah maka tidak rugi, tapi jika sekadar memenatkan mulut sendiri tanpa manfaat tentu ia sia-sia.

Ketiga, orang rendah kualiti diri. Cirinya jika berbicara isinya hanya mengeluh, mencela dan menghina. Apa saja akan jadi bahan keluhannya. Contohnya, mereka sering mengeluh banyak masalah.

Mereka juga tidak tahu menghargai sesuatu misalnya, Jika dihidangkan makanan akan keluar keluhannya seperti ‘kenapa lauk ini kurang sedap’, namun begitu habis juga dimakannya.

Hari-harinya dipenuhi dengan bersungut seolah-olah segala yang berlaku penuh kekurangan. Alangkah ruginya hidup orang kategori seperti ini kerana seolah-olah tidak dapat membezakan nikmat dan musibah.

Keempat, orang yang cetek fikirannya iaitu mereka yang bicaranya hanya mengenai kehebatan dirinya atau kebaikan dirinya sedangkan hidup adalah pengabdian diri kepada Allah.

Mengapa mereka perlu bangga diri kerana semua itu kurniakan Allah. Golongan seperti itu sering dilihat menonjol dan mendominasi. Jika ada yang lebih baik darinya hatinya berasa tidak senang dan berharap orang itu segera jatuh.
Oleh itu berhati-hati apabila berbicara. Jagalah tutur percakapan kita dan kurangkanlah berkata-kata kerana ia akan mengurangi kesalahan kata kita. Jaga lidah sebaik mungkin kerana ia adalah amanah Allah s.w.t.

 

sumber : myibrah.com

Iklan

Tips Saat Berbicara di Depan Umum

10 Tips untuk Public Speaking atau pada waktu anda ngomong di depan orang banyak yaitu adalah sebagai berikut.
Merasa beberapa gugup sebelum memberikan pidato adalah alami dan bahkan menguntungkan, tapi terlalu banyak kegugupan dapat merusak.
Berikut adalah beberapa tips terbukti bagaimana mengontrol kupu-kupu dan memberikan presentasi yang lebih baik:

1. Tahu materi Anda. Pilihlah topik yang Anda tertarik Ketahui lebih banyak daripada yang Anda sertakan dalam pidato. Menggunakan humor, kisah-kisah pribadi dan percakapan bahasa – dengan cara itu Anda tidak akan dengan mudah melupakan apa yang harus kukatakan.

2. Practice. Practice. Praktek! Berlatih keras dengan semua peralatan anda berencana untuk menggunakan. Merevisi bila perlu. Bekerja untuk mengendalikan kata-kata pengisi; Practice, jeda dan bernapas. Praktek dengan timer dan memberikan waktu yang tak terduga.

3. Tahu penonton. Menyapa beberapa penonton saat mereka tiba. Lebih mudah untuk berbicara kepada sekelompok teman daripada orang asing.

4. Tahu ruangan. Datang lebih awal, berjalan di sekitar area dan praktek berbicara menggunakan mikrofon dan alat bantu visual.

5. Tenang. Mulailah dengan berbicara kepada penonton. Ini membeli waktu Anda dan menenangkan saraf Anda. Jeda, tersenyum dan hitung sampai tiga sebelum berkata apa-apa. ( “Satu satu-seribu, dua satu-seribu, tiga satu-ribu. Tunda. Begin.) Transform energi gugup menjadi antusiasme.

6. Visualisasikan diri Anda memberikan pidato Anda. Bayangkan diri Anda berbicara, suara Anda keras, jelas dan percaya diri. Visualisasikan para penonton bertepuk tangan – ini akan meningkatkan rasa percaya diri Anda.

7. Sadarilah bahwa orang-orang yang ingin Anda berhasil. Audiens ingin Anda menarik, menstimulasi, informatif dan menghibur. Mereka rooting untuk Anda.
8. Jangan minta maaf untuk segala kegugupan atau masalah – penonton mungkin tidak pernah melihatnya.

9. Berkonsentrasi pada pesan – bukan media. Fokuskan perhatian Anda dari kecemasan Anda sendiri dan memusatkan perhatian pada pesan dan audiens Anda.

10. Mendapatkan pengalaman. Terutama, Anda harus berbicara mewakili Anda – sebagai sebuah otoritas dan sebagai pribadi. Pengalaman membangun kepercayaan diri, yang merupakan kunci untuk berbicara yang efektif. Sebuah klub Toastmasters dapat memberikan pengalaman yang Anda butuhkan di tempat yang aman dan ramah lingkungan.

sekian dulu untuk tips ngomong di depan umum atau di depan orang banyak.

sumber     : http://www.ijolumoet.info